Showing posts with label Kedokteran. Show all posts
Showing posts with label Kedokteran. Show all posts

5 Kasus Anoreksia Paling Fenomenal


Anoreksia nervosa (AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita AN dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi) dan memengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya.
Nah berikut ini ada beberapa kasus Anoreksia Paling Mencengangkan yang pernah terjadi di dunia ini mau tahu apa aja itu simak berikut ini.
1. Anoreksia pada 2 gadis kembar identik

Dua gadis kembar berusia 20 tahun harus berjuang untuk hidup. Tubuh yang sangat kurus ibarat kulit pembungkus tulang membuat mereka tampak seperti wanita tua karena tulang pipi yang terlihat tinggi.
Ayahnya Christy (58 tahun) dan istrinya Clare (56 tahun) harus mengantarkan si kembar yang menghabiskan sebagian besar hidup masa remaja dan dewasa untuk keluar masuk klinik pemulihan. Si kembar bahkan pernah dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan untuk mengalahkan anoreksia.
2. Model pria yang meninggal karena anoreksia

Jeremy Gillitzer pernah menjadi model pria berwajah tampan dan penampilan menakjubkan dengan perut six-pack. Tapi dibalik penampilan luar biasanya, banyak orang yang tidak tahu bahwa ia berjuang keras melawan anoreksia dan bulimia. Karena kelaparan kronis, merangsang diri sendiri untuk muntah dan olahraga tak kenal lelah, tubuhnya menjadi sangat kurus. Ia akhirnya meninggal pada usia 38 tahun di 2010 dengan berat badan hanya 29 kg.
3. Ibu kurus anoreksia yang bisa pakai baju putrinya usia 7 tahun 

Rebecca Jones (26 tahun) bangga bisa mengenakan baju putrinya Maisy yang baru berusia 7 tahun dan memiliki berat badan lebih besar ketimbang ibunya. Namun Rebecca tak sadar bahwa dibalik kebanggaannya tersebut terdapat masalah besar yang mengintainya. Ia terancam membuat dirinya sendiri kelaparan hingga mati.
Rebecca telah bertahan dengan hanya makan sup, roti bakar dan minuman energi selama empat tahun, tapi sembilan bulan lalu ia pernah dilarikan ke rumah sakit. Dia memiliki tingkat kalium sangat rendah dan denyut nadi sangat tinggi.
4. Gadis anoreksia yang berjalan 12 jam sehari untuk menurunkan berat badan

Berat badan Lauren Bailey turun hingga 22 kg setelah berjalan kaki hingga 12 jam sehari. Berat badannya yang sangat kurus membuatnya harus dirawat selama 18 bulan di rumah sakit sebagai upaya terakhir mengatasi anoreksia.
5. Ibu yang mengalahkan anoreksia demi memiliki keturunan

Melihat tulang belulang yang menonjol di tubuh Hayley Wilde dengan berat badan hanya 31 kg, membuat dokter mengeluarkan diagnosis ia akan meninggal dalam waktu seminggu. Ia berjuang melawan anoreksia sejak usia 11 tahun. Setelah 8 tahun melawan anoreksia ia kembali bangkit dan berhasil melahirkan anak laki-laki.(paling seru)

Ketika Tertidur, Otak Manusia akan Lepas


TidurPasti kamu belum banyak yang tahu apa yang terjadi pada otak kita keteika kita sedang tidur ternyata selama kita tidur otak akan lepas dengan sendirinya.
Manusia memerlukan tidur untuk menyegarkan otaknya kembali tampa tidur biasa orang akan menjadi lebih agresif pemarah  dan menjadi tak efisien namun bagai mana tidur bisa menghilangkan itu semua ? Namun Seorang Psikolog Giulio Tononi dari University of Wisconsin-Madison menemukan jawaban apa yang di lakukan otak kita ketika kita sedang tidur.
Secara teori ketika kita sedang tidur otak melakukan reset memutuskan semua koneksi yang terjadi pada apa yang terjadi sebalum kita tidur, hal ini mengakibatkan ketika kita terbagun dari tudur membuat keadan otak kita menjadi segar kembali sehinga mampu menapung segala bentuk informasi terbaru.
Ketika tidur otak kita memiliki Gelombang  activitiy syang angat kuat sehinga Toni berpikir bahwa  otak ‘memusnahkan’ tayangan yang tidak perlu. Hal ini sama seperti ketika kita merebort komputer sehinga saat rebot komputer akan membersihkan files yang tidak perlu sehinga setelah rebort komputer akan kembali normal.
“Otak melakukan ini untuk membersihkan impresi yang tak diperlukan,”
Tidur juga penting untuk mengkonsolidasikan kenangan baru, dan untuk memungkinkan otak untuk ‘melupakan’ ingatan yang dibutuhkan sehingga masih ada ruang untuk ingatan baru. [daily mail]

Ternyata Tidur Bersama Pasangan Membuat Kita Berumur Panjang!


Tidur Bersama PasanganMungkin kamu tidak akan menyangka jika tidur seranjang bersama pasangan bisa bikin panjang umur . Penelitian terbaru menunjukkan pasangan yang tidur di ranjang yang sama cenderung lebih sehat dan berumur panjang.
Penelitian yang masih dalam tahap awal ini tidak menjelaskan alasan mengapa pasangan yang tidur bersama lebih awet muda. Hipotesis yang mengemuka, seperti dikutip dari Askmen, pasangan yang tidur seranjang merasa lebih aman dan nyaman.
Pada gilirannya, rasa rileks ini akan menurunkan tingkat hormon kortisol penyebab stres. Penurunan hormon kortisol akan banyak berdampak pada kesehatan dan  kehidupan seseorang.
Kendati banyak tantangan yang dialami seseorang saat tidur bersama pasangan seperti lama waktu tidur, dengkuran pasangan, atau berbagi selimut, peneliti menemukan, manfaat dari tidur bersama lebih banyak daripada kerugiannya.
Bagai mana dengan kamu apa kamu tidur berpisah dengan pasangan jika ia lebih baik mulai dari sekarang kamu tidur sama sama dengan pasangan karena akan berdampak baik. Perlu di ingat pasangan disi bukan kamu yang lagi pacaran ya tapi suami istri yang sudah sah menikah.(paling seru)

Benarkah Stress Membuat Badn kita Jadi Kuat?


SetresStres bisa bikin badan menjadi kuat pastinya kamu tidak akan percaya seperti yang kita ketahui biasa stres akan banyak mendatangkan penyakit namun hasil penelitain terbaru menemukan bahwa stres bisa membaut badan kamu menjadi kuat terhadap penyakit.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa stres jangka pendek justru akan merangsang aktivitas kekebalan tubuh seseorang.
Dilansir Times of India, ahli psikiatri dan IImu Perilaku dari Universitas Stanford Institute menjelaskan sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk penyembuhan luka dan mencegah atau melawan infeksi.
Hasil penelitiannya bersama dengan rekan-rekannya di Stanford dan dua universitas lainnya menunjukkan bahwa membuat tikus laboratorium merasakan stres ringan menyebabkan peningkatan kekebalan sel ke dalam aliran darah dan kemudian ke kulit dan jaringan lain.
“Hal ini juga menimbulkan migrasi skala besar dalam kekebalan sel tubuh yang berlangsung selama dua jam,” kata Dhabhar.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychoneuro Endocrinology menunjukkan bahwa redistribusi kekebalan sel serupa pada pasien yang mengalami stres jangka pendek pascaoperasi membuat proses pemulihannya lebih baik.
Mereka juga mampu menunjukkan bahwa redistribusi besar sel kekebalan seluruh tubuh itu dimotori oleh tiga hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal, dalam jumlah yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Hal tersebut terjadi saat tubuh terangsang akibat stres.
“Tubuh kita secara alami memiliki respons melawan stres. Itu untuk membantu kita, bukan membunuh,” ungkap Dhabhar.
Temuan ini memberikan gambaran yang lebih persis bagaimana pikiran memengaruhi aktivitas kekebalan tubuh. (inilah.com)